Loading...

UNPRI Hadirkan Dua Pakar Nasional Bahas Topik “The Future of Digital Medicine and Health”

UNPRI Hadirkan Dua Pakar Nasional Bahas Topik “The Future of Digital Medicine and Health”

Dunia medis tengah bergerak cepat memasuki era transformasi digital. Hal ini menjadi fokus utama dalam Focus Group Discussion (FGD) di Universitas Prima Indonesia (UNPRI) bertajuk “The Future of Digital Medicine and Health”, Senin (21/7/2025), yang menghadirkan dua pembicara terkemuka di bidang teknologi medis dan bioteknologi digital: Prof. Ir. Endra Joelianto, Ph.D., SMIEEE dari Institut Teknologi Bandung dan Dr. Arjon Turnip dari Universitas Padjadjaran.

Pada sesi pertama FGD tersebut, Prof. Endra Joelianto mengangkat tema “The Rise of Modern Medicine”, dengan menelusuri bagaimana evolusi pengobatan modern telah berpindah dari pendekatan spiritual dan filosofis menuju pendekatan ilmiah berbasis bukti. Ia menekankan peran revolusi ilmiah dalam membentuk pemahaman anatomi, fisiologi dan pengembangan teknologi medis mutakhir.

Lebih jauh, Prof. Endra memaparkan bagaimana Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning kini menjadi tulang punggung masa depan laboratorium medis. Menurutnya, teknologi ini memungkinkan diagnosis yang lebih akurat, cepat, dan personal disesuaikan dengan profil genetik masing-masing pasien. Namun, ia juga menyoroti pentingnya pendidikan lanjutan bagi tenaga laboratorium agar mampu mengelola data dan teknologi canggih secara efisien.

Beberapa topik riset lanjutan yang disoroti dalam sesi ini mencakup pendekatan teknik dalam analisis Nailfold Microcirculation, aplikasi teknologi Terahertz (THz) di bidang bioteknologi, serta model komposit segmentasi luka berbasis metode tradisional dan deep learning.

“Masa depan layanan kesehatan menjanjikan transformasi luar biasa, namun untuk mewujudkannya dibutuhkan investasi berani dalam infrastruktur, pendidikan, dan kesetaraan,” tegas Prof. Endra.

Pada sesi kedua yang dipandu oleh Dr. Arjon Turnip, Ketua IEEE Indonesia Section CSS/RAS Joint Chapter dan Kepala Pusat Studi Mekatroniks, Energi, dan Biomedik Universitas Padjadjaran. Dalam paparannya berjudul “Future Technology in Biotechnology for Medical and Health”, Dr. Arjon membahas integrasi teknologi AI, IoT, Big Data dan Robotika dalam menciptakan ekosistem kesehatan cerdas, humanis, dan berkeadilan social sejalan dengan visi Society 5.0 dari Jepang.

Ia mengungkapkan tren inovasi yang sedang berkembang di tahun 2025, mulai dari otomatisasi manufaktur, kendaraan otonom, hingga telemedicine dan diagnosis berbasis AI.

Dalam sektor kesehatan, teknologi ini memungkinkan pemantauan pasien secara real-time dan akurasi diagnosis yang semakin tinggi. Namun, Dr. Arjon juga menggarisbawahi tantangan implementasi, seperti minimnya keterampilan digital di kalangan tenaga kerja dan biaya awal investasi teknologi yang tinggi, khususnya bagi pelaku UMKM.

Sebagai solusi atas tantangan dalam implementasi teknologi canggih di sektor kesehatan dan industri, Dr. Arjon mendorong penyesuaian kurikulum pendidikan yang lebih menekankan pada bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), serta pelatihan kerja berbasis teknologi agar sumber daya manusia siap menghadapi era digital.

Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi kolaboratif antara institusi pendidikan, industri, dan pemerintah untuk menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan dan inklusif.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Arjon juga membagikan sejumlah hasil riset dan inovasi teknologi medis dari laboratorium yang dipimpinnya. Beberapa di antaranya meliputi pengembangan Smart Holter Recorder berbasis kecerdasan buatan dan Internet of Things (AI & IoT), sistem deteksi aktivitas otak untuk mengidentifikasi penyalahgunaan narkoba, serta teknologi pemetaan otak (brain mapping) 2D dan 3D menggunakan sinyal EEG.

Selain itu, ia juga memperkenalkan robot medis interaktif yang dirancang untuk mendampingi pasien isolasi, serta inovasi laci pintar berbasis pengenalan wajah, untuk mendukung efisiensi dan keamanan penyimpanan peralatan medis.Riset-riset ini menunjukkan arah nyata kolaborasi antara ilmu rekayasa dan kebutuhan praktis dunia medis di era digital.

FGD ini menegaskan bahwa masa depan dunia kesehatan tidak bisa dilepaskan dari teknologi digital. Namun untuk mewujudkan visi tersebut, diperlukan kesiapan multidisiplin, baik dari sisi teknologi, SDM, regulasi, hingga sinergi lintas sektor. Dengan semangat kolaboratif, transformasi kesehatan berbasis teknologi tidak hanya akan meningkatkan efisiensi layanan, tapi juga membawa dampak sosial yang lebih luas dan inklusif.


UNPRI THE BEST CHOICE Tertarik menjadi bagian dari lulusan hebat UNPRI selanjutnya?



Berita seputar "Universitas Prima Indonesia:"

UNPRI dan POSI Sukses Gelar Olimpiade Sains Madrasah 2026, Wadah Talenta Unggul se-Sumatera Utara
2025-07-24 09:09:28 by Candra Julius Sinaga
UNPRI Hadirkan Dua Pakar Nasional Bahas Topik “The Future of Digital Medicine and Health”
Dorong Mahasiswa Siap Kerja, UNPRI dan BBPVP Gelar Project Based Learning
2025-07-24 09:09:28 by Candra Julius Sinaga
UNPRI Hadirkan Dua Pakar Nasional Bahas Topik “The Future of Digital Medicine and Health”
CEDC UNPRI Gelar Pelatihan Intensif Persiapan Magang Mahasiswa
2025-07-24 09:09:28 by Candra Julius Sinaga
UNPRI Hadirkan Dua Pakar Nasional Bahas Topik “The Future of Digital Medicine and Health”
UNPRI Resmi Membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
2025-07-24 09:09:28 by Candra Julius Sinaga
UNPRI Hadirkan Dua Pakar Nasional Bahas Topik “The Future of Digital Medicine and Health”

Berita Lain

Prospek Karir Fisioterapi di Era Modern: Masihkah Menjanjikan?
2025-07-24 09:09:28 by Candra Julius Sinaga
UNPRI Hadirkan Dua Pakar Nasional Bahas Topik “The Future of Digital Medicine and Health”
UNPRI Perkuat Kompetensi Digital Mahasiswa melalui Pelatihan SAP Business One dan Integrasi ERP dalam Kurikulum
2025-07-24 09:09:28 by Candra Julius Sinaga
UNPRI Hadirkan Dua Pakar Nasional Bahas Topik “The Future of Digital Medicine and Health”
FKKGIK UNPRI Sukses Gelar Kuliah Umum “Peran Dunia Kefarmasian Dalam Pengembangan Obat Bahan Alam di Era Industri 5.0”
2025-07-24 09:09:28 by Candra Julius Sinaga
UNPRI Hadirkan Dua Pakar Nasional Bahas Topik “The Future of Digital Medicine and Health”
Di Balik Viralitas Brand Besar: Mengapa Ahli Bahasa Adalah Copywriter dan UX Writer Terbaik
2025-07-24 09:09:28 by Candra Julius Sinaga
UNPRI Hadirkan Dua Pakar Nasional Bahas Topik “The Future of Digital Medicine and Health”

Berita Halaman Depan


© Universitas Prima Indonesia 2023 - All rights reserved.